Senin, 18 Februari 2013

Sang Gadis Puisi


 Oleh DP Anggi


Ke mana gadis itu? Gadis usia belasan yang setiap hari memenuhi beranda-berandaku dengan puisi-puisi manisnya. Puisi yang menyimpan jiwa sastra, serta aksara yang tak pernah lelah. Biasanya, setiap hari, tiada hari tanpa puisi baginya. Aku sudah terbiasa menikmati puisinya sambil duduk santai, dengan hati terkulai. Puisinya merasuk tajam, ke relungku terdalam.

Aku, tak pernah berani untuk menyapanya. Tak berani, meski hanya mengucap salam. Tak bernyali. Sering, hanya pada angin, kusampaikan, Apa kabarmu, gadis puisi?